Kegiatan Pemicuan STBM di Kabupaten Barito Kuala untuk Wujudkan Status ODF

Published by Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala on

Dinas Kesehatan Batola melalui Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga mengadakan kegiatan Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada beberapa desa di Kabupaten Barito Kuala. Pemicuan STBM adalah suatu kegiatan memunculkan rasa butuh akan sanitasi pada diri individu di masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan dengan cara menganalisa situasi lingkungan dan perilaku masyarakat itu sendiri, sehingga muncul kesadaran internal dari masyarakat dan terdorong untuk mewujudkan perilaku yang sehat serta membangun sarana sanitasinya secara mandiri. Oleh karena itu, kegiatan Pemicuan STBM mutlak diperlukan untuk dilaksanakan di masyarakat.

Pemicuan STBM di Desa Tabunganen

Dilihat dari data Web STBM dan data desa Tabunganen Kecil Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala, tinggal sedikit lagi masyarakatnya yang masih buang air besar sembarangan (tidak pada tempatnya) dengan angka persentasi 91,03{772bdb125319c30779ed6e9783b2468c44c96342bddefbd7bdf49b1e53b30190}, maka perlu diadakan lagi kegiatan Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) guna mencapai desa ODF.

Masyarakat yang di undang untuk menghadiri kegiatan Pemicuan STBM di Desa Tabunganen adalah warga yang BABS nya masih di sungai. Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta, terdiri dari 15 orang perempuan dan 7 orang laki-laki. Sasarannya adalah warga RT. 03 yang masih rendah kesadarannya dan yang masih BAB sembarangan.

Narasumber kegiatan ini terdiri dari Fasilitator Kabupaten dan Sanitarian Puskesmas Kecamatan Tabunganen. Diantara kegiatannya adalah Pemetaan Wilayah Setempat. Peserta diajak mengenali lingkungannya sendiri dengan cara membuat peta sederhana yang menunjukan jalan, sungai, batas-batas wilayah, kolam atau tempat tempat pembuangan limbah, Buang Air Besar dan sampah, dengan menggunakan alat atau bahan yang sudah disediakan oleh panitia.

Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Tabunganen Kecil pada tanggal 22 Februari 2020 jam 09.00 WITA. Setelah simulasi, kita melaksanakan pemetaan untuk mengenal wilayahnya sendiri. Pemetaan dilakukan menggunakan tepung terigu dan kertas warna warni untuk menentukan pembatas wilayah desa, sungai atau saluran dan kolam yang biasa digunakan untuk buang air besar serta lokasi rumah warga yang tidak mempunyai jamban dan lokasi sekitarnya. Selesai pemetaan, peserta diajak berdialog, diskusi, dan tanya jawab tentang hasil pemetaan. Kemudian peserta diajak berkomitmen dengan dirinya sendiri untuk mewujudkan niat merubah perilaku menjadi lebih bersih dan sehat juga berkomitmen untuk membangun sarana kesehatan untuk dirinya sendiri untuk kurun waktu yang ditentukan masing-masing.

Pemicuan STBM di Desa Tamba Jaya

Dikarenakan masih banyaknya masyarakat Desa Tamba Jaya kecamatan Tabukan Kabupaten Barito Kuala yang buang air besar sembarangan (tidak pada tempatnya), serta belum adanya pengelolaan air bersih dan sampah yang benar dan aman maka perlu diadakan kegiatan Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Pada masa pademi Covid 19 ini untuk kegiatan Pemicuan STBM Desa Tamba Jaya, pesertanya dibatasi dan kegiatan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Kegiatan ini diikuti oleh 14 peserta, terdiri dari 7 masyarakat Desa Tamba Jaya serta 7 orang KKM Satlak, KP Spams, Sanitarian, Bidan Desa, Fasilitator Kabupaten, dan Fasilitator PAMSIMAS.

Karena tahun ini Desa Tamba Jaya merupakan Desa Reguler PAMSIMAS, maka untuk syarat awal harus diadakan kegiatan pemicuan ini. Sasarannya adalah masyarakat desa Tamba Jaya masih rendah kesadarannya dan yang masih BAB sembarangan. Narasumber kegiatan ini terdiri dari Fasilitator Kabupaten dan Puskesmas Kecamatan Tabukan. Diantara kegiatannya adalah Pemetaan Wilayah Setempat. Peserta diajak mengenali lingkungannya sendiri dengan cara membuat peta sederhana yang menunjukan jalan, sungai, batas-batas wilayah, kolam atau tempat tempat pembuangan limbah, Buang Air Besar dan sampah, dengan menggunakan alat atau bahan yang sudah disediakan oleh panitia.

Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Tamba Jaya pada tanggal 29 Juli 2020 jam 09.00 WITA. Setelah simulasi, kita melaksanakan pemetaan untuk mengenal wilayahnya sendiri menggunakan tali rafia untuk menentukan pembatas wilayah desa, sungai atau saluran dan kolam yang biasa digunakan untuk buang air besar, lokasi rumah warga yang tidak mempunyai jamban dan lokasi sekitarnya.

Selesai pemetaan peserta diajak berdialog, diskusi dan tanya jawab tentang hasil pemetaan. Setelah itu peserta diajak berkomitmen dengan dirinya sendiri untuk mewujudkan niat merubah perilaku menjadi lebih bersih dan sehat juga berkomitmen untuk membangun sarana kesehatan untuk dirinya sendiri untuk kurun waktu yang ditentukan masing-masing.

Pemicuan STBM di Desa Anjir Pasar Kota

Dilihat dari data Web STBM dan data desa Anjir Pasar Kota Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala tinggal sedikit lagi masyarakatnya  yang masih buang air besar sembarangan (tidak pada tempatnya) dengan angka persentasi 91,30{772bdb125319c30779ed6e9783b2468c44c96342bddefbd7bdf49b1e53b30190}, maka perlu diadakan lagi kegiatan Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) guna untuk mencapai desa ODF.

Pada masa pademi Covid 19 ini untuk kegiatan Pemicuan STBM Desa Anjir Pasar Kota Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala, dilaksanakan dengan cara door to door. pemicuan hanya bisa melakukan dialog kepada warga dan mempraktekan langsung cara cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang benar kepada warrga dan anak-anak.

Pesertanya dibatasi dan kegiatan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Kegiatan ini diikuti oleh 12 peserta, terdiri dari 5 wanita, 2 laki-laki, dan 5 anak-anak. Sasarannya adalah masyarakat desa Anjir Pasar Kota yang masih BAB sembarangan. Narasumber kegiatan ini terdiri dari Fasilitator Kabupaten dan Puskesmas Kecamatan Anjir Pasar. Diantara kegiatannya adalah bertanya tentang wilayah mereka dimana saja masih masih terdapat jamban cemplung.

Kegiatan dilaksanakan rumah-rumah warga desa Anjir Pasar Kota pada tanggal 15 September 2020 jam 09.00 WITA. Selesai memetakan wilayahnya, peserta diajak berdialog, diskusi, dan tanya jawab masalah sedikit lagi desa akan mencapai ODF jika saja mereka bisa merubah BABS nya ke tempat yang aman. Setelah itu peserta diajak berkomitmen dengan dirinya sendiri untuk mewujudkan niat merubah perilaku menjadi lebih bersih dan sehat juga berkomitmen untuk membangun sarana kesehatan untuk dirinya sendiri untuk kurun waktu yang ditentukan masing-masing.

Categories: Berita

Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala

Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *