MARABAHAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala melaksanakan Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Makanan selama dua hari, pada 7–8 September 2026, bertempat di Aula Mufakat Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Kuala.


Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 85 peserta yang berasal dari berbagai pelaku usaha pangan siap saji, di antaranya pelaku usaha jasa boga, catering, rumah makan, serta usaha penyedia makanan lainnya di Kabupaten Barito Kuala.


Pelatihan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para penjamah makanan dalam menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan pada setiap tahapan pengelolaan makanan. Penerapan keamanan pangan yang baik diharapkan dapat mencegah terjadinya kontaminasi pangan serta mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh makanan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi terkait keamanan pangan siap saji, meliputi : 

  • Kebijakan keamanan pangan olahan siap saji
  • Cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan
  • Keamanan pangan pada tahapan proses produksi
  • Pemeliharaan lingkungan kerja dan pengendalian vektor
  • Higiene perorangan
  • Penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
  • Sertifikasi halal.


Melalui materi yang diberikan, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan, peralatan, bahan pangan, hingga proses pengolahan dan penyajian makanan. Hal ini menjadi bagian penting dalam memastikan makanan yang diproduksi dan disajikan kepada masyarakat aman, bermutu, dan layak dikonsumsi.


Selain meningkatkan kapasitas penjamah makanan, kegiatan ini juga menjadi langkah dalam mendorong para pelaku usaha pangan siap saji untuk memenuhi persyaratan higiene sanitasi dan keamanan pangan, termasuk dalam proses penerbitan SLHS serta pemenuhan aspek sertifikasi halal.


Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pengelolaan pangan siap saji di daerah. Para peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan usaha masing-masing sehingga tercipta pangan siap saji yang aman, sehat, bermutu, dan memenuhi standar kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Barito Kuala.