Home Publikasi
Dinkes Barito Kuala Perkuat Koordinasi Jejaring dan Supervisi Fasilitatif Program Gizi, KIA, dan Kesehatan Reproduksi
BARITO KUALA – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala melaksanakan kegiatan Koordinasi Implementasi Jejaring dan Supervisi Fasilitatif Layanan dan Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro) pada tanggal 26–31 Oktober 2026, bertempat di Aula Mufakat Kabupaten Barito Kuala.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan jejaring pelayanan kesehatan, meningkatkan mutu pelayanan program Gizi, KIA, dan Kespro, serta mendorong peningkatan capaian indikator program kesehatan di Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi pelaksanaan program sekaligus identifikasi kendala yang dihadapi oleh pengelola program dan tenaga kesehatan di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kabupaten Barito Kuala, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi (KKG) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, serta staf Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.
Materi yang disampaikan meliputi kebijakan dan arahan pelayanan program Gizi dan KIA, evaluasi dan penguatan pelayanan program Gizi dan KIA, optimalisasi pengisian aplikasi Sigizi Kesga, serta optimalisasi pengentrian data pada aplikasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk bayi baru lahir (BBL), balita dan anak prasekolah, usia sekolah dan remaja (Usekrem), serta lanjut usia (lansia).
Dalam pelaksanaannya, penguatan koordinasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten, Puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama. Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan kesinambungan pelayanan, meningkatkan kualitas pelaksanaan program, serta mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan di Kabupaten Barito Kuala.
Selain itu, supervisi fasilitatif ditekankan sebagai upaya pembinaan dan pendampingan bagi fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui supervisi ini, berbagai permasalahan dalam pelaksanaan program dapat diidentifikasi, dianalisis, dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan yang terukur. Dengan demikian, supervisi tidak hanya berfungsi sebagai sarana evaluasi, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendorong peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.
Aspek pengelolaan data juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan ini. Optimalisasi penggunaan aplikasi Sigizi Kesga dan aplikasi CKG diharapkan dapat meningkatkan ketepatan, kelengkapan, validitas, dan ketepatan waktu pelaporan data. Koordinasi antara pengelola program dan petugas penginput data di Puskesmas diperlukan untuk mengatasi kendala teknis, meminimalkan kesalahan penginputan, serta memastikan kesesuaian antara data sasaran, pelayanan yang telah diberikan, dan capaian yang dilaporkan.
Hasil evaluasi kegiatan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan rencana perbaikan di masing-masing Puskesmas, disertai penetapan penanggung jawab dan pemantauan berkala terhadap pelaksanaan tindak lanjut serta pencapaian indikator program.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala menegaskan pentingnya komitmen bersama seluruh pengelola program dan tenaga kesehatan dalam memperkuat jejaring pelayanan, meningkatkan kualitas layanan Gizi, KIA, dan Kespro, serta mengoptimalkan pengelolaan data kesehatan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, terintegrasi, dan berkesinambungan bagi masyarakat Kabupaten Barito Kuala.
Dewan Saka Bakti Husada Dinkes Batola Raih Juara Umum Orientasi Saka Bakti Husada Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026
BANJARMASIN – Dewan Saka Bakti Husada Barito Kuala binaan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala (Dinkes Batola) berhasil meraih Juara Umum pada Orientasi Saka Bakti Husada Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 25–27 Oktober 2026 di Hotel Rattan Inn Banjarmasin.
Prestasi membanggakan ini diraih melalui keberhasilan meraih juara di seluruh kategori lomba, yaitu Juara 1 Lomba Penampilan Kontingen Yel-Yel, Juara 3 Lomba Penyuluhan, serta Juara Harapan 3 Lomba Cerdas Cermat.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan ini tidak hanya menjadi ruang pembekalan organisasi, tetapi juga bertujuan menyiapkan Dewan Saka Bakti Husada yang mampu menerjemahkan pengetahuan kesehatan menjadi kegiatan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi anggota Saka Bakti Husada Barito Kuala untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan peran aktif dalam mendukung promosi kesehatan serta mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.
Dinkes Kab. Barito Kuala Bersama DWP Bagikan 1.500 Masker kepada Peserta Upacara Hari Santri Nasional
MARABAHAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) membagikan sebanyak 1.500 masker kepada peserta Upacara Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026, yang berlokasi di halaman Masjid Nurul Anwar (Masjid Kubah Hijau) pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para peserta upacara yang mengikuti rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di tengah kondisi lingkungan dengan paparan asap karhutla. Pembagian masker diharapkan dapat membantu mengurangi paparan partikel debu dan asap yang terhirup saat beraktivitas di luar ruangan.
Asap karhutla berpotensi menurunkan kualitas udara dan menimbulkan gangguan kesehatan, terutama iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, batuk, hingga memperburuk kondisi bagi masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan. Oleh karena itu, upaya perlindungan diri menjadi penting, khususnya ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan.
Melalui pembagian 1.500 masker ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala bersama DWP mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap karhutla. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara memburuk, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas atau batuk yang tidak kunjung membaik.
Selain sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan acara, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi lingkungan yang kurang kondusif.
Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala berharap sinergi bersama Dharma Wanita Persatuan dapat terus mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan serta menumbuhkan kepedulian bersama terhadap perlindungan kesehatan masyarakat.
Jaga kesehatan, lindungi diri dari asap karhutla, dan tetap semangat.
Mulut yang Bahagia adalah Pikiran yang Bahagia "Selamat Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional 2026"
Setiap tanggal 12 September, Indonesia memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGMN). Momentum ini beriringan dengan rangkaian Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang digelar sepanjang September. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan gigi dan mulut bukan sekadar soal penampilan, melainkan fondasi penting bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Kesehatan gigi yang buruk dapat memicu rasa sakit, menurunkan rasa percaya diri, hingga mengganggu kesehatan tubuh. Coba bayangkan: saat gigi sakit atau gusi meradang, hari-hari jadi terasa berat, emosi mudah naik, dan kita jadi sulit fokus beraktivitas. Sebaliknya, mulut yang sehat bikin kita bebas tersenyum, makan dengan nikmat, dan lebih percaya diri menjalani hari! Jangan tunggu sampai sakit baru berobat ya, sobat sehat!
Untuk mewujudkan "mulut yang bahagia adalah pikiran yang bahagia", masyarakat dianjurkan menerapkan langkah-langkah perawatan sederhana berikut:
- Sikat gigi teratur: Lakukan penyikatan gigi dua kali sehari secara tepat, yakni setelah sarapan pagi dan malam hari sebelum tidur, minimal selama dua menit.
- Gunakan pasta berfluorida: Pastikan pasta gigi yang digunakan mengandung fluorida untuk memperkuat enamel dan mencegah gigi berlubang.
- Bersihkan sela gigi: Lakukan flossing atau penggunaan benang gigi setidaknya sekali sehari untuk mengangkat sisa makanan yang tidak terjangkau sikat gigi.
- Batasi makanan manis: Kurangi konsumsi gula berlebih dan makanan manis yang bersifat lengket agar terhindar dari risiko karies gigi.
- Pemeriksaan berkala: Kunjungi fasilitas pelayanan kesehatan gigi minimal 6 (enam) bulan sekali untuk deteksi dini.
Bukan cuma matematika yang punya rumus, jaga kesehatan gigi juga ada rumusnya lho! Ketemu rumus 2 • 2 • 2 ini, dijamin senyum kamu bakal makin percaya diri. Yuk, kita bedah satu-satu:
- 2 Kali Sehari: Jangan kebalik ya! Sikat gigi yang benar itu pagi HARI setelah sarapan dan malam HARI sebelum tidur. Sikat gigi pas mandi sore aja gak cukup buat ngelindungin gigi semalaman.
- 2 Menit: Jangan buru-buru! Durasi ideal menyikat gigi itu minimal 2 menit supaya kandungan fluoride di pasta gigi bisa bekerja maksimal mencegah gigi berlubang.
- 2 Kali Setahun: Kapan terakhir kali kamu ke dokter gigi? Jangan tunggu sakit baru datang ya! Rutin bersihin karang gigi dan cek kondisi mulut setiap 6 bulan sekali (2 kali setahun).
Dinkes Batola Gelar Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Makanan
MARABAHAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala melaksanakan Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Makanan selama dua hari, pada 7–8 September 2026, bertempat di Aula Mufakat Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Kuala.
Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 85 peserta yang berasal dari berbagai pelaku usaha pangan siap saji, di antaranya pelaku usaha jasa boga, catering, rumah makan, serta usaha penyedia makanan lainnya di Kabupaten Barito Kuala.
Pelatihan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para penjamah makanan dalam menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan pada setiap tahapan pengelolaan makanan. Penerapan keamanan pangan yang baik diharapkan dapat mencegah terjadinya kontaminasi pangan serta mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh makanan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi terkait keamanan pangan siap saji, meliputi :
- Kebijakan keamanan pangan olahan siap saji
- Cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan
- Keamanan pangan pada tahapan proses produksi
- Pemeliharaan lingkungan kerja dan pengendalian vektor
- Higiene perorangan
- Penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
- Sertifikasi halal.
Melalui materi yang diberikan, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan, peralatan, bahan pangan, hingga proses pengolahan dan penyajian makanan. Hal ini menjadi bagian penting dalam memastikan makanan yang diproduksi dan disajikan kepada masyarakat aman, bermutu, dan layak dikonsumsi.
Selain meningkatkan kapasitas penjamah makanan, kegiatan ini juga menjadi langkah dalam mendorong para pelaku usaha pangan siap saji untuk memenuhi persyaratan higiene sanitasi dan keamanan pangan, termasuk dalam proses penerbitan SLHS serta pemenuhan aspek sertifikasi halal.
Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pengelolaan pangan siap saji di daerah. Para peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan usaha masing-masing sehingga tercipta pangan siap saji yang aman, sehat, bermutu, dan memenuhi standar kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Barito Kuala.
PANDUAN PENGGUNAAN MASKER SAAT KABUT ASAP
Mengapa Harus Memakai Masker Saat Kabut Asap?
- Penyaringan Partikel Berbahaya: Kabut asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 dan debu pekat yang dapat memicu ISPA atau serangan ASMA. Masker berfungsi sebagai filter pelindung.
- Mencegah Penyakit Akut & Kronis: Mengurangi risiko sesak napas seketika, serangan asma, iritasi tenggorokan, serta mencegah kerusakan paru-paru permanen dalam jangka panjang.
Pilih Masker yang Tepat. Lindungi Diri Secara Efektif
- Respirator N95 / KN95
🟢 Efektifitas Sangat Tinggi, Terbaik menyaring PM2.5. Sangat disarankan untuk aktivitas luar ruangan. - Masker Bedah (3-Ply)
🟡 Efektifitas Sedang, Cukup membantu jika terpaksa, namun masih ada celah bocor di samping wajah. - Masker Kain
🔴 Efektifitas Tidak Disarankan, Pori-pori kain terlalu besar. Tidak mampu menyaring partikel halus asap.
Jenis masker yang disarankan adalah jenis masker Respirator N95 / KN95 / KF94. Tingkat efektivitas terhadap PM2.5 sangat tinggi (95%+). Wajib digunakan oleh warga yang harus beraktivitas lama di luar ruangan atau kelompok sangat rentan (lansia, ibu hamil, penderita asma).
Langkah Pakai Masker Tanpa Bocor (Fit Test)
- Bersih Tangan: Cuci tangan sebelum menyentuh masker.
- Tutup Sempurna: Pastikan masker menutup rapat hidung, mulut, dan dagu.
- Tekan Kawat: Jepit kawat di bagian hidung agar rapat dan tidak ada celah udara.
- Uji Tiup: Embuskan napas kuat-kuat. Jika ada udara keluar dari samping mata/pipi, kencangkan lagi talinya!
Aturan Penting "Jangan Lakukan Ini!"
❌ Jangan pakai masker respirator > 8 jam atau jika sudah terasa lembap dan sesak.
❌ Jangan sentuh bagian depan masker saat melepasnya karena penuh dengan racun asap.
❌ Jangan gunakan ulang masker sekali pakai. Gunting dan buang ke tempat sampah.
Masker hanya salah satu perlindungan. Jaga kesehatan, pantau kualitas udara, dan peduli lingkungan untuk mengurangi dampak asap Karhutla. Salam Sehat
Tenaga Kesehatan Teladan Kabupaten Barito Kuala Raih Penghargaan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026
BANJARMASIN — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh tenaga kesehatan Kabupaten Barito Kuala dalam ajang Penganugerahan Penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 (26/8) yang dilaksanakan di Hotel Banjarmasin International.
Kegiatan penganugerahan tersebut menjadi momentum penting dalam memberikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang telah menunjukkan dedikasi, kompetensi, inovasi, serta pengabdian dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Direktur dan perwakilan Karyawan RSUD H. Abdul Aziz Marabahan, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) serta Tim Kerja SDMK Sarana Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala untuk mendampingi para penerima penghargaan.
Keikutsertaan Kabupaten Barito Kuala dalam ajang penghargaan tenaga kesehatan teladan tingkat provinsi merupakan bentuk dukungan dan apresiasi terhadap tenaga kesehatan yang telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pada ajang tersebut, sejumlah tenaga kesehatan dari Kabupaten Barito Kuala berhasil meraih penghargaan sebagai Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.
Adapun daftar penerima penghargaan dari Kabupaten Barito Kuala yaitu:
1. apt. Harju Maisya, S.Farm - TERBAIK I Kategori Tenaga Apoteker / Tenaga Teknis Kefarmasian
2. dr. Syuna Salimdra - TERBAIK II Kategori Dokter
3. drg. Riza Aulia Rahman - TERBAIK II Kategori Dokter Gigi
4. Hamsiah, S.Kep.,Ns - TERBAIK II Kategori Perawat
5. Siti Nuraida Mawaddah - TERBAIK III Kategori Promkes dan Ilmu Perilaku
Selamat kepada para pemenang, penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan profesionalisme, memberikan pelayanan terbaik, serta menghadirkan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat.
Bangun Generasi Sehat, SMPN 1 Marabahan Gelar Sarapan Bersama dan Aksi Bergizi
MARABAHAN - Dalam upaya meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya pola hidup sehat, Dinas Kesehatan bersama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala, UPTD Puskesmas Marabahan dan SMPN 1 Marabahan menyelenggarakan kegiatan Gerakan Aksi Bergizi pada Kamis (14/8/2026) pagi. Kegiatan yang berpusat di lapangan utama sekolah SMP Negeri 1 Marabahan ini diikuti oleh seluruh siswa, jajaran guru, serta tenaga kesehatan setempat.
Gerakan Aksi Bergizi di sekolah ini diselenggarakan untuk mencegah stunting sejak dini. Kegiatan ini berfokus pada senam bersama, sarapan makanan bergizi seimbang, edukasi kesehatan, dan minum Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri guna menekan angka anemia serta risiko stunting di masa depan.
Rangkaian acara diawali pada pukul 07.00 WIB dengan senam bersama selama 30 menit guna mempromosikan pentingnya aktivitas fisik harian. Usai berolahraga, suasana kebersamaan terasa kental saat seluruh siswa melakukan sarapan sehat bersama dengan bekal berisi menu gizi seimbang yang dibawa dari rumah masing-masing.
Setelah sarapan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian dan minum bersama Tablet Tambah Darah (TTD) khusus bagi para siswi remaja putri. Program ini menjadi intervensi krusial mengingat tingginya risiko anemia di kalangan remaja putri yang dapat memicu masalah kesehatan jangka panjang termasuk stunting.
Kepala SMP Negeri 1 Marabahan menyatakan bahwa pihak sekolah berkomitmen penuh mendukung program kesehatan ini. Acara kemudian ditutup dengan sesi edukasi interaktif mengenai pedoman gizi seimbang dari Tim Promosi Kesehatan Puskesmas. Melalui sosialisasi ini, para siswa diharapkan mampu memilah asupan nutrisi yang baik serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam keseharian mereka.
Tujuan dari kegiatan ini adalah Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan pada balita atau ibu hamil, tetapi juga harus dimulai sejak usia remaja. Melalui program ini, sekolah diharapkan menjadi pusat pembiasaan hidup sehat agar para generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang kuat, produktif, dan bebas stunting.
WASPADA PENYAKIT PERNAPASAN AKIBAT KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Partikel halus dalam asap dapat masuk hingga ke saluran pernapasan dan paru-paru.
Penyakit dan gangguan kesehatan yang dapat terjadi
Paparan asap karhutla dapat meningkatkan risiko:
- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
- Batuk dan iritasi tenggorokan
- Sesak napas dan mengi
- Memperburuk asma
- Memperburuk penyakit paru dan jantung
- Iritasi mata
- Sakit kepala dan tubuh terasa lemas
Siapa yang paling rentan?
Perhatikan lebih khusus:
👶 Bayi dan anak-anak
👵 Lansia
🤰 Ibu hamil
🫁 Orang dengan asma atau penyakit paru
❤️ Orang dengan penyakit jantung
🛡️ LINDUNGI DIRI DARI ASAP KARHUTLA
- Kurangi aktivitas di luar rumah
Terutama ketika asap terlihat pekat atau kualitas udara sedang buruk. - Gunakan masker yang sesuai
Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang dapat menyaring partikel halus dengan baik dan pastikan terpasang rapat. - Jaga udara di dalam rumah
Tutup pintu dan jendela ketika asap berada di luar. Hindari menambah polusi udara di dalam rumah, seperti merokok. - Perbanyak minum air
Jaga tubuh tetap terhidrasi. - Lindungi kelompok rentan
Batasi paparan asap pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung.
🚨 KENALI TANDA BAHAYA
Segera ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami:
- Sesak napas berat
- Napas sangat cepat atau sulit bernapas
- Nyeri dada
- Bibir atau wajah tampak kebiruan
- Penurunan kesadaran
- Gejala semakin berat atau tidak membaik
Jangan menunggu kondisi memburuk!
📢 “Lindungi diri dari asap karhutla. Kurangi paparan, gunakan masker dengan benar, jaga kualitas udara di dalam rumah, dan segera periksa jika mengalami gangguan pernapasan.”
SEHAT DIMULAI DARI PEDULI.
WASPADA ASAP KARHUTLA, LINDUNGI KELUARGA.
Penganugerahan Lomba Transformasi Teknologi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala Tahun 2026
Marabahan - Penganugerahan Lomba Transformasi Teknologi Kesehatan 2026 telah digelar pada Kamis, 30 Juli 2026 dan merupakan rangkaian dari kegiatan Lomba Transformasi Teknologi kesehatan yang diinisiasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Bapak Sugimin, SKM.,M.Kes sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dari tenaga kesehatan yang ada di lingkup Dinas Kesehatan Kab. Barito Kuala dalam memperkuat pilar ke-6 transformasi kesehatan.
Acara ini berupa pemberian penghargaan yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala Ir. H. Zulkipli Yadi Noor, M.Sc didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Sekretaris Dinas Kesehatan, kepada 8 inovator terbaik yang terdiri dari 4 inovasi kategori pelayanan kesehatan tingkat Pustu/Desa dan 4 inovasi kategori pelayanan kesehatan tingkat Puskesmas/Kecamatan.
Daftar Pemenang Lomba Transformasi Teknologi Kesehatan Dinas Kesehatan Kab. Barito Kuala 2026
- Kategori Pelayanan Kesehatan Tingkat Pustu/Desa
- JUARA 1 DIAN PUSPITASARI, AM.Keb (Puskemas Anjir Muara) inovasi Bina Aksi Kunjungan Terpadu Kelompok Rentan di Patih Muhur Baru (BAKANTAN DI PMB)
- JUARA 2 HAMSIAH, S.Kep.,Ns (Puskesmas Berangas) inovasi SI-GERECEK (Sistem Informasi Gerakan Cegah Kanker Serviks Terintegrasi)
- JUARA 3 drg. RIZA AULIA RAHMAN (Puskesmas Lepasan) inovasi SENYUM BARITO (Sistem Edukasi dan Konsultasi Gigi Mulut Via Teledentistry di Sungai Barito)
- JUARA 4 SITI NURAIDA MAWADDAH, SKM (Puskesmas Mekarsari) inovasi E-RANIA (Edukasi Remaja Putri Bebas Anemia.
- Kategori Pelayanan Kesehatan Tingkat Puskesmas/Kecamatan
- JUARA 1 apt. AULIA MAULIDA, S.Farm (Puskesmas Tamban) inovasi CODE SIBAT (QR Code Informasi Obat)
- JUARA 2 apt. HARJU MAISYA, S.Farm (Puskesmas Jelapat) inovasi GELORA LANSIA (Gerakan Layanan Obat Ramah Lansia)
- JUARA 3 dr. SYUNA SALIMDRA (Puskesmas Jejangkit) inovasi BAPANDIR (Bantu Awasi Perkembangan Anak Mandiri)
- JUARA 4 drg. HILDA AYU SETYOWATI (Puskesmas Wanaraya) inovasi GISELLA BERSINAR (Gigi Sehat Ibu Hamil dan Bayi Selamat Serta Berdaya Cegah Stunting Sejak Dini).
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Secara Resmi Menyambut Kedatangan Para Dokter Peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) Tahun 2026
MARABAHAN – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Barito Kuala) dalam hal ini Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala, Ir. H. Zulkipli Yadi Noor, M.Sc dan Dinas Kesehatan secara resmi menerima dan menyambut kedatangan para peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan Tahun 2026. Acara penyambutan yang berlangsung khidmat di kantor sekretariat daerah ini menandai dimulainya masa bakti para dokter muda tersebut untuk melayani masyarakat di bumi Ijejela. Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala menyampaikan selamat datang, apresiasi dan harapan besar terhadap kehadiran para dokter internship ini.
Kehadiran tambahan 11 orang tenaga medis baru ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatan derajat kesehatan di Barito Kuala."Mudah-mudahan kehadiran rekan-rekan dokter sekalian bisa memberikan kontribusi nyata dan sesuatu yang berharga untuk Barito Kuala. Nikmati setiap tugas yang diberikan, karena sesuatu yang kita kerjakan dengan hati yang gembira tidak akan terasa berat. Enjoy saja dalam mengabdi" pesan Sekretaris Daerah saat memberikan arahan kepada para peserta.
Fokus Penempatan dan Orientasi Lapangan Para dokter muda ini dijadwalkan akan menjalani masa penempatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Barito Kuala, di antaranya di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan serta beberapa pusat kesehatan masyarakat seperti Puskesmas Marabahan dan Puskesmas Bantuil. Pemerintah daerah berharap kolaborasi antara dokter senior, tenaga kesehatan lokal, dan para peserta internship ini dapat berjalan harmonis. Dengan komitmen penuh dan semangat prima, para dokter internship angkatan 2026 ini siap memberikan pelayanan yang humanis, bermutu, serta berorientasi pada keselamatan pasien di seluruh penjuru Kabupaten Barito Kuala.
Maklumat Pelayanan: Wujud Komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala dalam Memberikan Pelayanan Prima
Marabahan – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penerapan Maklumat Pelayanan sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab kepada masyarakat. Maklumat pelayanan ini menjadi pedoman bagi seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Maklumat Pelayanan yang ditetapkan pada tanggal 1 Juli 2025 tersebut menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala berjanji dan sanggup melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan.
Dalam pernyataan maklumat pelayanan disebutkan bahwa seluruh petugas dan aparatur Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala berkomitmen untuk memberikan pelayanan sesuai dengan kewajiban yang telah ditentukan, serta terus melakukan perbaikan dan inovasi secara berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala juga menyatakan kesiapan untuk menerima sanksi dan/atau memberikan kompensasi apabila pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan standar yang berlaku. Sikap ini menunjukkan keseriusan instansi dalam menjaga mutu pelayanan dan memastikan hak-hak masyarakat sebagai penerima layanan tetap terpenuhi.
Maklumat Pelayanan ini mengandung beberapa nilai utama, yaitu:
- Berjanji dan sanggup memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
- Melayani sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.
- Melakukan perbaikan secara terus-menerus untuk meningkatkan kualitas layanan.
- Siap menerima sanksi apabila terjadi ketidaksesuaian dalam pelayanan.
- Memberikan kompensasi sesuai ketentuan apabila pelayanan tidak memenuhi standar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala, Sugimin, SKM., M.Kes, menegaskan bahwa maklumat pelayanan ini bukan hanya sekadar pernyataan tertulis, tetapi merupakan komitmen nyata yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui Maklumat Pelayanan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menciptakan pelayanan publik yang cepat, tepat, mudah, dan berkualitas demi terwujudnya masyarakat Barito Kuala yang sehat dan sejahtera.