Mengapa Harus Memakai Masker Saat Kabut Asap?

  • Penyaringan Partikel Berbahaya: Kabut asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 dan debu pekat yang dapat memicu ISPA atau serangan ASMA. Masker berfungsi sebagai filter pelindung.
  • Mencegah Penyakit Akut & Kronis: Mengurangi risiko sesak napas seketika, serangan asma, iritasi tenggorokan, serta mencegah kerusakan paru-paru permanen dalam jangka panjang.

Pilih Masker yang Tepat. Lindungi Diri Secara Efektif

  • Respirator N95 / KN95
    🟢 Efektifitas Sangat Tinggi, Terbaik menyaring PM2.5. Sangat disarankan untuk aktivitas luar ruangan.
  • Masker Bedah (3-Ply)
    🟡 Efektifitas Sedang, Cukup membantu jika terpaksa, namun masih ada celah bocor di samping wajah.
  • Masker Kain
    🔴 Efektifitas Tidak Disarankan, Pori-pori kain terlalu besar. Tidak mampu menyaring partikel halus asap.

Jenis masker yang disarankan adalah jenis masker Respirator N95 / KN95 / KF94. Tingkat efektivitas terhadap PM2.5 sangat tinggi (95%+). Wajib digunakan oleh warga yang harus beraktivitas lama di luar ruangan atau kelompok sangat rentan (lansia, ibu hamil, penderita asma).

Langkah Pakai Masker Tanpa Bocor (Fit Test)

  1. Bersih Tangan: Cuci tangan sebelum menyentuh masker.
  2. Tutup Sempurna: Pastikan masker menutup rapat hidung, mulut, dan dagu.
  3. Tekan Kawat: Jepit kawat di bagian hidung agar rapat dan tidak ada celah udara.
  4. Uji Tiup: Embuskan napas kuat-kuat. Jika ada udara keluar dari samping mata/pipi, kencangkan lagi talinya!

 Aturan Penting "Jangan Lakukan Ini!"
❌ Jangan pakai masker respirator > 8 jam atau jika sudah terasa lembap dan sesak.

❌ Jangan sentuh bagian depan masker saat melepasnya karena penuh dengan racun asap.

❌ Jangan gunakan ulang masker sekali pakai. Gunting dan buang ke tempat sampah.

Masker hanya salah satu perlindungan. Jaga kesehatan, pantau kualitas udara, dan peduli lingkungan untuk mengurangi dampak asap Karhutla. Salam Sehat