Home Publikasi
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batola Launcing Tag Line Dinkes Batola SEHAT pada Kegiatan Apel Pagi Rutin
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala yang baru, bapak Sugimin, SKM.,M.Kes pada hari Selasa tanggal 2 juli 2024 perdana menjadi pembina apel dan memberikan amanat kepada seluruh karyawan/karyawati pada kegiatan apel pagi rutin di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala.

Pada kesempatan ini selain memberikan arahan dan semangat kepada para karyawan, Pak Sugimin sebagai kepala dinas kesehatan untuk mendukung Barito Kuala “BISA” juga melaunching dan mensosialisasikan Tag Line baru Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala yaitu Dinkes Batola “SEHAT” yang memiliki makna
- SENYUM : Semua Insan Kesehatan di Kab. Barito Kuala dalam melaksanakan tugasnya harus banyak senyum (Ramah), Karena Senyum adalah bagian dari obat”
- EMPHATI : Semua Insan Kesehatan di Kab. Barito Kuala harus memiliki Empati terhadap yg dilayani. Merasakan kesulitan dan ujian yg lagi dihadapi
- HANDAL : Semua Insan Kesehatan di Kab. Barito Kuala harus Handal dlm memberikan pelayanan, memiliki kapasitas dan kapabilitas yg mumpuni
- AKUNTABEL : Semua pelayanan yg dilaksanakan bisa dipertanggung jawabkan dan memiliki Akuntabilitas
- TEPAT dan CEPAT : Setiap pemberian pelayanan kesehatan diharapkan selalu TEPAT dan Cepat sesuai SOP yg telah ditetapkan
Adanya tag line ini diharapkan dapat digelorakan atau disemangatkan untuk seluruh warga dinkes batola dan seluruh rekan-rekan yang bertugas di Puskesmas.
Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Penyelenggaraan Pelayanan Publik
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala Sugimin, SKM.,M.Kes beserta Perwakilan dari Tim Pelayanan Publik Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala menghadiri Pertemuan Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang di laksanakan di Aula Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin pada hari Kamis tanggal 27 Juni 2024, yang mengusung tema “Pencegahan Petty Corruption dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kalimantan Selatan”.
Selain Rakor, pada Kegiatan ini Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor atau Paman Birin juga melakukan penyerahan sertifikat Barang Milik Daerah (BMD) kepada Kepala Daerah dari 14 Kabupaten/Kota, termasuk Kabupaten Barito Kuala yang diterima langsung oleh Pj. Bupati Batola Mujiyat, S.Sn., M.Pd.
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Lapangan Satgas Pelayanan Publik
Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala Ir. H. Zulkipli Yadi Noor, M.Sc beserta Tim Satgas Pelayanan Publik Kabupaten Barito Kuala melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala (31/5), untuk monev lapangan pelayanan publik dalam rangka persiapan penilaian oleh Ombudsman Republik Indonesia yang akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 3 Juni 2024.
Pada monev ini Bapak Ir. H. Zulkipli Yadi Noor, M.Sc beserta tim memberikan beberapa masukan dan saran untuk meningkatkan pelayanan publik di Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala.
Dinas Kesehatan laksanakan Upacara Bendera di Halaman Kantor Bupati Barito Kuala
Bertempat di Halaman Kantor Bupati Barito Kuala dilaksanakan upacara rutin setiap Senin. Dinas Kesehatan ditugaskan sebagai petugas Upacara pada Senin, 19 Februari 2024.
Upacara di hadiri seluruh ASN lingkup Kabupaten Barito Kuala, dan di pimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Maulida Fathia, SKM, MPH.
dr. Hj. Azizah Sri Widari selaku Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala sekaligus pembina upacara, menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Barito Kuala agar selalu waspada terhadap Demam Berdarah (DBD) yang saat ini kasusnya semakin meningkat.
Kasus Demam Berdarah Dengue ( DBD) terpantau di Indonesia mengalami kenaikan hingga awal tahun 2024, terkhusus di Provinsi Kalimantan Selatan, kasus DBD mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Beliau juga mengimbau kepada masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk untuk mencegah perkembang biakan, dengan salah satunya dengan metode 3 M plus. Yaitu dengan menguras, menutup penampungan air, mengubur atau mendaur ulang barang barang bekas yang tidak terpakai, dan Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
Posyandu Pandan Desa Pandan Sari Mewakili Kabupaten Barito Kuala Pada Penilaian Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024
Posyandu Pandan Desa Pandan Sari, Kecamatan Anjir Pasar mendapatkan kunjungan dari Tim Penilai lomba posyandu Provinsi Kalimantan Selatan dalam kegiatan Lomba Posyandu tingkat provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024 yang dilaksanakan pada Rabu, 15 Mei 2024.
Kegiatan ini selain dihadiri kader, bidan desa, PKK desa, pemerintah desa, dan perwakilan masyarakat desa Pandan Sari, juga dihadiri oleh Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan Anjir Pasar, Kepala Puskesmas beserta petugas dari Puskesmas Anjir Pasar dan Tim Pokjanal Kabupaten Barito Kuala dari beberapa SKPD dan PKK Kabupaten yang ikut mendampingi dan memberi dukungan.

Pada sambutannya Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat H. M. Halimuddin, SKM, MPH yang mewakili Pokjanal Posyandu Kabupaten Barito Kuala menyampaikan “Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2024 ini telah menyelengarakan lomba posyandu tingkat kabupaten, dimana Posyandu Pandan telah berhasil memperoleh juara pertama pada lomba tersebut. Posyandu Pandan, Desa Pandan Sari ini mempunyai beberapa keunggulan diantaranya memiliki bangunan khusus untuk posyandu, ambulan desa, serta pemerintah kecamatan dan desa yang sangat mendukung dalam penyelenggaraan posyandu”.

Posyandu mempunyai peran penting sebagai ujung tombak penggerakan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar.
Kegiatan penilaian lomba posyandu ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan pembinaan posyandu dan kader posyandu secara terpadu serta mengevaluasi dan memberikan penghargaan bagi penyelenggaraan posyandu dan kinerja kader.
Sosialisasi Kampung Peduli Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Barito Kuala
Tuberkulosis (TBC) atau TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis (Mtb) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kurangnya pengetahuan tentang TBC dan cara penanggulangannya menjadi faktor penting dalam penyebaran penyakit ini. Terbatasnya informasi yang tersedia, menyebabkan masyarakat kesulitan untuk mengenali gejala dan risiko penularan TBC. Selain itu, stigma sosial terhadap penderita TBC juga masih sangat kuat di kalangan masyarakat, menyebabkan banyak penderita enggan mencari bantuan medis dan merasa terisolasi.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit Tuberkulosis maka Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala serta lintas sektor lainnya berkolaborasi melaksanakan kegiatan sosialisasi “Kampung Peduli TB” yang dilaksanakan di Kecamatan Wanaraya (Senin, 14 Mei 2024) dengan Desa Roham Raya, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala sebagai Desa Percontohan untuk Kampung Peduli TB di Kabupaten Barito Kuala.
Kegiatan dihadiri oleh 40 orang peserta dan dibuka oleh Kasi P2MKL Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Rizky Naufal, S.Kep.Ns. Kemudian dilanjutkan pemaparan materi Sosialisasi Kampung Peduli TB oleh narasumber dari Pengelola Program TB Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Risnawati, SKM. Setelah pelaksanaan sosialisasi dilanjutkan dengan Pembentukan Tim Kerja Kampung Peduli TB dan menyusun kesepakan dan Rencana Tindak lanjut.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami tentang TBC, termasuk gejala, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil. Selain itu, pembentukan kampung peduli TBC juga bertujuan untuk mengurangi stigma, meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan yang tepat bagi penderita, mendukung deteksi dini dan diagnosa yang cepat serta meningkatkan tingkat pengobatan dan kepatuhan sehingga diharapkan dapat mengurangi angka penularan dan menurunkan angka kematian akibat TBC di masyarakat.
Dengan memperkuat kesadaran masyarakat dan menggalang dukungan bersama, diharapkan kampung Peduli TB dapat menjadi contoh dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC. Kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat, lembaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan warga menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan kampung peduli TBC yang efektif dan berkelanjutan.
Pertemuan Koordinasi Pokjanal Posyandu Kabupaten Barito Kuala Tahun 2024
Kamis, 21 Maret 2024 dilaksanakan Kegiatan Pertemuan Kordinasi Pokjanal (Kelompok Kerja Operasional) Posyandu Tingkat Kabupaten Barito Kuala Tahun, bertempat di Aula Selidah, Pemda Barito Kuala.
Pertemuan ini dihadiri Tim Pokjanal Posyandu Kabupaten Barito Kuala, Camat Se- Kab. Barito Kuala, Ketua TP.PKK Kecamatan Se- Kab. Barito Kuala, Kepala Puskesmas Se-Kab. Barito Kuala, Bidan Kordinator Puskesmas Se-Kab. Barito Kuala,dan Petugas Promkes Puskesmas Se-Kab. Barito Kuala.

Rencana aksi dari pertemuan koordinasi pokjanal posyandu ini
- Meningkatkan peran serta lintas sektor terkait dalam rangka meningkatkan kinerja Posyandu.
- Penambahan Posyandu di Desa Jelapat 1 Kecamatan Tamban.
- Penambahan Posyandu untuk Desa Mekarsari dan Tamban Raya Kec. Mekarsari
- Rapat rutin bulanan Tim Pokjanal Posyandu Kabupaten dengan menampilkan capaian kinerja masing-masing Kecamatan dengan mengundang Camat.
- Kunjungan Tim Pokjanal Posyandu Kabupaten ke Posyandu yang capaian kunjungannya rendah.
- Risalah rapat akan disampaikan ke Pembina Pokjanal Posyandu masing-masing Kecamatan.
- Ketua Pokjanal Kabupaten membuat surat edaran terkait keterlibatan lintas sektor dalam meningkatkan kinerja Posyandu.
- Kecamatan meng-agendakan rapat bulanan Pokjanal Posyandu Kecamatan dengan menampilkan kinerja Posyandu masing-masing desa
Jambore Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Barito Kuala Tahun 2024

Kegiatan Jambore Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Barito Kuala diselenggarakan pada Senin, 20 Mei 2024 yang bertempat di Aula Selidah Marabahan dengan tema “Revitalisasi Posyandu dalam Menurunkan Angka Stunting di Kabupaten Barito Kuala”. Peserta kegiatan ini berjumlah 57 orang, dengan rincian sebanyak 38 orang kader posyandu dan pendamping 19 orang petugas dari 19 Puskesmas Se-Kabupaten Barito Kuala.
Adanya kegiatan jambore kader ini merupakan kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala dengan didukung oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Kuala, sebagai bentuk penghargaan bagi kader-kader posyandu kabupaten Barito Kuala yang telah bekerja secara tulus, ikhlas, penuh tanggung jawab dan tidak mengenal lelah membantu memantau kesehatan masyarakat dan menyebarluasan informasi serta edukasi kesehatan di masyarakat dalam upaya kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.

Tujuan kegiatan ini adalah pemberian apresiasi serta meningkatkan wawasan dan keterampilan kader dalam pengelolaan posyandu. Kader Posyandu selama ini telah banyak melaksanakan kegiatan pemberdayaan sesuai kebutuhan sasaran posyandu. Kreasi kegiatan yang dilaksanakan kader perlu mendapatkan apresiasi sehingga lebih memotivasi para kader posyandu agar lebih giat mendukung program kesehatan di daerahnya, yang dapat berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.
Adapun lomba-lomba yang dilaksanakan pada Jambore Kader Posyandu Tahun 2024 ini, yaitu :
- Menyusun dan Menyajikan Menu PMT Posyandu Balita Berbasis Pangan Lokal dalam Pencegahan Stunting
- Penyuluhan Kesehatan
- Pengisian KMS/Buku KIA
- Penimbangan/Pengukuran Balita
- Cerdas Cermat
Bimtek Jurnalistik dan Pengelolaan Website Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
Admin website SKPD Se-Kabupaten Barito Kuala mengikuti pertemuan Bimtek Jurnalistik dan Koordinasi Pengelolaan Website SKPD Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Barito Kuala, pada Senin (27/5) yang bertempat di Aula Mufakat Marabahan.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Barito Kuala Hery Sasmita, S.STP., M.AP yang dalam hal ini juga mengingatkan dan menghimbau keaktifan dari website masing-masing SKPD. Mengingat masih banyaknya website SKPD yang belum aktif dan adanya pergantian admin website, menjadi salah satu yang mendasari pentingnya diselengarakannya kegiatan ini.
Redaktur Bakabar.com Bastian Alkaf yang telah memiliki banyak pengalaman dan ahli dalam bidangnya, menjadi narasumber pada kegiatan ini dengan menyampaikan materi mengenai tips menulis berita yang baik. “Berita yang baik mengandung unsur 5W+1H dan memiliki judulnya yang menarik sesuai dengan isi berita” kata Pak Bastian.
Agar lebih memahami mengenai tata cara penulisan yang benar tim panitia meminta para peserta untuk dapat menulis berita singkat mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini, yang selanjutnya dievaluasi bersama.
Narasumber kedua adalah tenaga ahli individual dari Dinas Kominfo Kabupaten Barito Kuala Noor Effendi yang menyampaikan materi tentang Pengelolaan website SKPD Tahun 2024 dan praktik langsung untuk mengunggah berita yang telah ditulis pada sesi sebelumnya di website SKPD masing-masing.
JAMBORE KADER TINGKAT KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN 2023

Marabahan, PJ Bupati Barito Kuala Mujiyat, S, S n, M.Pd membuka secara resmi Kegiatan Jambore Kader se- Kabupaten Barito Kuala pada Selasa 01 Agustus 2023 bertempat di Gedung Serba Guna Marabahan. PJ Bupati menyampaikan harapan nya bahwa Posyandu bisa kenbali menjadi ujung tombak dalam penangan stunting.
Kegiatan ini juga dihadiri PJ Ketua TP. PKK Barito Kuala Suharyanti Mujiyat, Kapala Dinas Kesehatan, Kepala TP PKK Kecamatan Barito Kuala serta para kader se – Kabupaten Barito Kuala.

Jambore kader di gelar dengan berbagai macam lomba diantaranya, Penyuluhan kesehatan, mengisi buku KIA, cerdas cermat, Penimbangan dan pemantauan balita, menyusun dan menyajikan menu PMT dan lomba kontingen. Kreasi kegiatan yang dilaksanakan kader perlu mendapatkan apresiasi sehingga lebih memotivasi para kader posyandu agar lebih giat lagi mendukung program kesehatan ibu dan anak yang mana dapat berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Dengan demikian , sudah selayaknya kader posyandu diberikan apresiasi khususnya kader yang mempunyai kreasi kegiatan dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak di wilayah kerjanya
Advokasi dan Koordinasi GERMAS

Pada dasarnya sebagian besar faktor risiko PTM dapat di cegah dan dimodifikasi melalui pembiasaan pola hidup sehat. Sejak tahun 2017, pemerintah mencanangkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) melalui instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017. Gerakan ini berfokus pada upaya untuk membudayakan perilaku hidup sehat masyarakat dan menurunkan faktor risiko penyakit. Germas tidak hanya di rancang untuk mencegah PTM tetapi juga untuk penyakit menular yang prevelensensinya masih tinggi untuk beberapa penyakit yang terintegrasi dengan pendekatan lintas sektor.
Mengingat pentingnya promosi dan pencegahan penyakit melalui Germas serta berbagai kendala yang muncul dalam pelaksanaan Germas, maka perlu di laksananakan penguatan untuk memaksimalkan kegiatan Germas, untuk itu dilaksanakan pertemuan Advokasi dan Koordinasi Germas Hidup Sehat di tatanan masyarakat yang mana materi yang di sampaikan dari Kepala Puskesmas/ Kepala Desa dan dari Dinas Kesehatan Kab. Barito Kuala.
Pertemuan ini dilaksanakan di semua wilayah Kecamatan di Kabupaten Barito Kuala yang sudah di jadwalkan ke masing masing Puskesmas. Tujuan dilaksanakannya pertemuan ini agar nantinya menghasilkan rencana tindak lanjut berupa rekomendasi penguatan pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di semua tatanan, Pendalaman informasi tentang tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan Germas di Kecamatan, Pemetaan tingkat pelaksanaan Germas di Kecamatan dan hasil evaluasinya serta Pendalaman saran dan masukan penguatan pelaksanaan Germas ke depan termasuk penguatan program unggulan/inovasi Germas di Kecamatan.
AKSI PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN 2022

Kegiatan rembug stunting dilaksanakan di Aula Mufakat Setdakab Barito Kuala pada Kamis (16/06/2022)
Dalam rangka penurunan stunting (anak kerdil) di Wilayah Kabupaten Barito Kuala, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala kembali melaksanakan rembug stunting. Kegiatan rembug stunting dilaksanakan di Aula Mufakat Setdakab Barito Kuala pada Kamis (16/06/2022)
Rembug stunting yang dilaksnakan ini juga menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Dalam acara yang juga dihadiri Sekdakab Batola H Zulkipli Yadi Noor, Kadiskes dan Kepala Bappeda Provinsi Kalsel/mewakili, Ketua TP-PKK Batola Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor, para Asisten Setdakab Batola, SKPD terkait, dan para camat lokus stunting.
Bupati Barito Kula HJ. Noormilyani menyampaikan intervensi untuk pencegahan stunting ada dua yakni intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Terkait intervensi gizi spesifik berupa tindakan langsung terhadap penyebab dengan memberikan asupan makanan bergizi melalui Program Pemberian Makanan Tambahan Bagi Ibu Hamil dan Balita (Permata Bunda), pencegahan infeksi, penyakit menular dan kesehatan lingkungan yang pengaruhnya mencapai 30 persen terhadap penanganan stunting.
Sedangkan intervensi gizi sensitif, melalui program-program kesehatan berupa kegiatan rutin pelayanan dasar bidang kesehatan bagi masyarakat seperti pemberian tablet tambah darah, imuniasi, pemberian ASI ekslusif, PHBS, dan lainnya. Sedangkan jangka panjangnya melalui program ketahanan pangan, pembangunan tempat tinggal layak, akses sanitasi dan air bersih, bantuan sosial dan jaminan kesehatan, serta program pemulihan ekonomi melalui program padat karya yang dikolaborasikan dengan program bedah kampung terintegrasi.
Dengan adanya program dari Bupati Barito Kuala yakni Permata Bunda stunting di Batola mengalami tren penurunan dimana tahun 2020 kasus stunting 16,86 persen dengan target nasional 24,1 persen, tahun 2021 sebanyak 14,26 persen dengan target nasional 21,1 persen, dan pada tahun 2022 sebanyak 12,56 persen dengan target nasional 18,4 persen.
Dengan adanya kegiatan rembuk stunting ini sangat penting untuk melakukan intervensi pencegahan dan penurunan stunting. Bupati Batola menekankan, tahun 2022 ini 30 desa lokus stunting di Batola harus dilakukan percepatan penurunan stunting dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan di desa masing-masing .