Latest Post
Publikasi
Dinkes Barito Kuala Perkuat Koordinasi Jejaring dan Supervisi Fasilitatif Program Gizi, KIA, dan Kesehatan Reproduksi
BARITO KUALA – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala melaksanakan kegiatan Koordinasi Implementasi Jejaring dan Supervisi Fasilitatif Layanan dan Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro) pada tanggal 26–31 Oktober 2026, bertempat di Aula Mufakat Kabupaten Barito Kuala.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan jejaring pelayanan kesehatan, meningkatkan mutu pelayanan program Gizi, KIA, dan Kespro, serta mendorong peningkatan capaian indikator program kesehatan di Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi pelaksanaan program sekaligus identifikasi kendala yang dihadapi oleh pengelola program dan tenaga kesehatan di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kabupaten Barito Kuala, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi (KKG) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, serta staf Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.
Materi yang disampaikan meliputi kebijakan dan arahan pelayanan program Gizi dan KIA, evaluasi dan penguatan pelayanan program Gizi dan KIA, optimalisasi pengisian aplikasi Sigizi Kesga, serta optimalisasi pengentrian data pada aplikasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk bayi baru lahir (BBL), balita dan anak prasekolah, usia sekolah dan remaja (Usekrem), serta lanjut usia (lansia).
Dalam pelaksanaannya, penguatan koordinasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten, Puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama. Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan kesinambungan pelayanan, meningkatkan kualitas pelaksanaan program, serta mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan di Kabupaten Barito Kuala.
Selain itu, supervisi fasilitatif ditekankan sebagai upaya pembinaan dan pendampingan bagi fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui supervisi ini, berbagai permasalahan dalam pelaksanaan program dapat diidentifikasi, dianalisis, dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan yang terukur. Dengan demikian, supervisi tidak hanya berfungsi sebagai sarana evaluasi, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendorong peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.
Aspek pengelolaan data juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan ini. Optimalisasi penggunaan aplikasi Sigizi Kesga dan aplikasi CKG diharapkan dapat meningkatkan ketepatan, kelengkapan, validitas, dan ketepatan waktu pelaporan data. Koordinasi antara pengelola program dan petugas penginput data di Puskesmas diperlukan untuk mengatasi kendala teknis, meminimalkan kesalahan penginputan, serta memastikan kesesuaian antara data sasaran, pelayanan yang telah diberikan, dan capaian yang dilaporkan.
Hasil evaluasi kegiatan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan rencana perbaikan di masing-masing Puskesmas, disertai penetapan penanggung jawab dan pemantauan berkala terhadap pelaksanaan tindak lanjut serta pencapaian indikator program.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala menegaskan pentingnya komitmen bersama seluruh pengelola program dan tenaga kesehatan dalam memperkuat jejaring pelayanan, meningkatkan kualitas layanan Gizi, KIA, dan Kespro, serta mengoptimalkan pengelolaan data kesehatan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, terintegrasi, dan berkesinambungan bagi masyarakat Kabupaten Barito Kuala.
Dewan Saka Bakti Husada Dinkes Batola Raih Juara Umum Orientasi Saka Bakti Husada Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026
BANJARMASIN – Dewan Saka Bakti Husada Barito Kuala binaan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala (Dinkes Batola) berhasil meraih Juara Umum pada Orientasi Saka Bakti Husada Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 25–27 Oktober 2026 di Hotel Rattan Inn Banjarmasin.
Prestasi membanggakan ini diraih melalui keberhasilan meraih juara di seluruh kategori lomba, yaitu Juara 1 Lomba Penampilan Kontingen Yel-Yel, Juara 3 Lomba Penyuluhan, serta Juara Harapan 3 Lomba Cerdas Cermat.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan ini tidak hanya menjadi ruang pembekalan organisasi, tetapi juga bertujuan menyiapkan Dewan Saka Bakti Husada yang mampu menerjemahkan pengetahuan kesehatan menjadi kegiatan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi anggota Saka Bakti Husada Barito Kuala untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan peran aktif dalam mendukung promosi kesehatan serta mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.
Dinkes Kab. Barito Kuala Bersama DWP Bagikan 1.500 Masker kepada Peserta Upacara Hari Santri Nasional
MARABAHAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) membagikan sebanyak 1.500 masker kepada peserta Upacara Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026, yang berlokasi di halaman Masjid Nurul Anwar (Masjid Kubah Hijau) pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para peserta upacara yang mengikuti rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di tengah kondisi lingkungan dengan paparan asap karhutla. Pembagian masker diharapkan dapat membantu mengurangi paparan partikel debu dan asap yang terhirup saat beraktivitas di luar ruangan.
Asap karhutla berpotensi menurunkan kualitas udara dan menimbulkan gangguan kesehatan, terutama iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, batuk, hingga memperburuk kondisi bagi masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan. Oleh karena itu, upaya perlindungan diri menjadi penting, khususnya ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan.
Melalui pembagian 1.500 masker ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala bersama DWP mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap karhutla. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara memburuk, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas atau batuk yang tidak kunjung membaik.
Selain sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan acara, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi lingkungan yang kurang kondusif.
Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala berharap sinergi bersama Dharma Wanita Persatuan dapat terus mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan serta menumbuhkan kepedulian bersama terhadap perlindungan kesehatan masyarakat.
Jaga kesehatan, lindungi diri dari asap karhutla, dan tetap semangat.
Mulut yang Bahagia adalah Pikiran yang Bahagia "Selamat Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional 2026"
Setiap tanggal 12 September, Indonesia memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGMN). Momentum ini beriringan dengan rangkaian Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang digelar sepanjang September. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan gigi dan mulut bukan sekadar soal penampilan, melainkan fondasi penting bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Kesehatan gigi yang buruk dapat memicu rasa sakit, menurunkan rasa percaya diri, hingga mengganggu kesehatan tubuh. Coba bayangkan: saat gigi sakit atau gusi meradang, hari-hari jadi terasa berat, emosi mudah naik, dan kita jadi sulit fokus beraktivitas. Sebaliknya, mulut yang sehat bikin kita bebas tersenyum, makan dengan nikmat, dan lebih percaya diri menjalani hari! Jangan tunggu sampai sakit baru berobat ya, sobat sehat!
Untuk mewujudkan "mulut yang bahagia adalah pikiran yang bahagia", masyarakat dianjurkan menerapkan langkah-langkah perawatan sederhana berikut:
- Sikat gigi teratur: Lakukan penyikatan gigi dua kali sehari secara tepat, yakni setelah sarapan pagi dan malam hari sebelum tidur, minimal selama dua menit.
- Gunakan pasta berfluorida: Pastikan pasta gigi yang digunakan mengandung fluorida untuk memperkuat enamel dan mencegah gigi berlubang.
- Bersihkan sela gigi: Lakukan flossing atau penggunaan benang gigi setidaknya sekali sehari untuk mengangkat sisa makanan yang tidak terjangkau sikat gigi.
- Batasi makanan manis: Kurangi konsumsi gula berlebih dan makanan manis yang bersifat lengket agar terhindar dari risiko karies gigi.
- Pemeriksaan berkala: Kunjungi fasilitas pelayanan kesehatan gigi minimal 6 (enam) bulan sekali untuk deteksi dini.
Bukan cuma matematika yang punya rumus, jaga kesehatan gigi juga ada rumusnya lho! Ketemu rumus 2 • 2 • 2 ini, dijamin senyum kamu bakal makin percaya diri. Yuk, kita bedah satu-satu:
- 2 Kali Sehari: Jangan kebalik ya! Sikat gigi yang benar itu pagi HARI setelah sarapan dan malam HARI sebelum tidur. Sikat gigi pas mandi sore aja gak cukup buat ngelindungin gigi semalaman.
- 2 Menit: Jangan buru-buru! Durasi ideal menyikat gigi itu minimal 2 menit supaya kandungan fluoride di pasta gigi bisa bekerja maksimal mencegah gigi berlubang.
- 2 Kali Setahun: Kapan terakhir kali kamu ke dokter gigi? Jangan tunggu sakit baru datang ya! Rutin bersihin karang gigi dan cek kondisi mulut setiap 6 bulan sekali (2 kali setahun).
Dinkes Batola Gelar Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Makanan
MARABAHAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala melaksanakan Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Makanan selama dua hari, pada 7–8 September 2026, bertempat di Aula Mufakat Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Kuala.
Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 85 peserta yang berasal dari berbagai pelaku usaha pangan siap saji, di antaranya pelaku usaha jasa boga, catering, rumah makan, serta usaha penyedia makanan lainnya di Kabupaten Barito Kuala.
Pelatihan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para penjamah makanan dalam menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan pada setiap tahapan pengelolaan makanan. Penerapan keamanan pangan yang baik diharapkan dapat mencegah terjadinya kontaminasi pangan serta mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh makanan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi terkait keamanan pangan siap saji, meliputi :
- Kebijakan keamanan pangan olahan siap saji
- Cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan
- Keamanan pangan pada tahapan proses produksi
- Pemeliharaan lingkungan kerja dan pengendalian vektor
- Higiene perorangan
- Penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
- Sertifikasi halal.
Melalui materi yang diberikan, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan, peralatan, bahan pangan, hingga proses pengolahan dan penyajian makanan. Hal ini menjadi bagian penting dalam memastikan makanan yang diproduksi dan disajikan kepada masyarakat aman, bermutu, dan layak dikonsumsi.
Selain meningkatkan kapasitas penjamah makanan, kegiatan ini juga menjadi langkah dalam mendorong para pelaku usaha pangan siap saji untuk memenuhi persyaratan higiene sanitasi dan keamanan pangan, termasuk dalam proses penerbitan SLHS serta pemenuhan aspek sertifikasi halal.
Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pengelolaan pangan siap saji di daerah. Para peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan usaha masing-masing sehingga tercipta pangan siap saji yang aman, sehat, bermutu, dan memenuhi standar kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Barito Kuala.
PANDUAN PENGGUNAAN MASKER SAAT KABUT ASAP
Mengapa Harus Memakai Masker Saat Kabut Asap?
- Penyaringan Partikel Berbahaya: Kabut asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 dan debu pekat yang dapat memicu ISPA atau serangan ASMA. Masker berfungsi sebagai filter pelindung.
- Mencegah Penyakit Akut & Kronis: Mengurangi risiko sesak napas seketika, serangan asma, iritasi tenggorokan, serta mencegah kerusakan paru-paru permanen dalam jangka panjang.
Pilih Masker yang Tepat. Lindungi Diri Secara Efektif
- Respirator N95 / KN95
🟢 Efektifitas Sangat Tinggi, Terbaik menyaring PM2.5. Sangat disarankan untuk aktivitas luar ruangan. - Masker Bedah (3-Ply)
🟡 Efektifitas Sedang, Cukup membantu jika terpaksa, namun masih ada celah bocor di samping wajah. - Masker Kain
🔴 Efektifitas Tidak Disarankan, Pori-pori kain terlalu besar. Tidak mampu menyaring partikel halus asap.
Jenis masker yang disarankan adalah jenis masker Respirator N95 / KN95 / KF94. Tingkat efektivitas terhadap PM2.5 sangat tinggi (95%+). Wajib digunakan oleh warga yang harus beraktivitas lama di luar ruangan atau kelompok sangat rentan (lansia, ibu hamil, penderita asma).
Langkah Pakai Masker Tanpa Bocor (Fit Test)
- Bersih Tangan: Cuci tangan sebelum menyentuh masker.
- Tutup Sempurna: Pastikan masker menutup rapat hidung, mulut, dan dagu.
- Tekan Kawat: Jepit kawat di bagian hidung agar rapat dan tidak ada celah udara.
- Uji Tiup: Embuskan napas kuat-kuat. Jika ada udara keluar dari samping mata/pipi, kencangkan lagi talinya!
Aturan Penting "Jangan Lakukan Ini!"
❌ Jangan pakai masker respirator > 8 jam atau jika sudah terasa lembap dan sesak.
❌ Jangan sentuh bagian depan masker saat melepasnya karena penuh dengan racun asap.
❌ Jangan gunakan ulang masker sekali pakai. Gunting dan buang ke tempat sampah.
Masker hanya salah satu perlindungan. Jaga kesehatan, pantau kualitas udara, dan peduli lingkungan untuk mengurangi dampak asap Karhutla. Salam Sehat
Tenaga Kesehatan Teladan Kabupaten Barito Kuala Raih Penghargaan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026
BANJARMASIN — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh tenaga kesehatan Kabupaten Barito Kuala dalam ajang Penganugerahan Penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 (26/8) yang dilaksanakan di Hotel Banjarmasin International.
Kegiatan penganugerahan tersebut menjadi momentum penting dalam memberikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang telah menunjukkan dedikasi, kompetensi, inovasi, serta pengabdian dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Direktur dan perwakilan Karyawan RSUD H. Abdul Aziz Marabahan, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) serta Tim Kerja SDMK Sarana Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala untuk mendampingi para penerima penghargaan.
Keikutsertaan Kabupaten Barito Kuala dalam ajang penghargaan tenaga kesehatan teladan tingkat provinsi merupakan bentuk dukungan dan apresiasi terhadap tenaga kesehatan yang telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pada ajang tersebut, sejumlah tenaga kesehatan dari Kabupaten Barito Kuala berhasil meraih penghargaan sebagai Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.
Adapun daftar penerima penghargaan dari Kabupaten Barito Kuala yaitu:
1. apt. Harju Maisya, S.Farm - TERBAIK I Kategori Tenaga Apoteker / Tenaga Teknis Kefarmasian
2. dr. Syuna Salimdra - TERBAIK II Kategori Dokter
3. drg. Riza Aulia Rahman - TERBAIK II Kategori Dokter Gigi
4. Hamsiah, S.Kep.,Ns - TERBAIK II Kategori Perawat
5. Siti Nuraida Mawaddah - TERBAIK III Kategori Promkes dan Ilmu Perilaku
Selamat kepada para pemenang, penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan profesionalisme, memberikan pelayanan terbaik, serta menghadirkan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat.
Bangun Generasi Sehat, SMPN 1 Marabahan Gelar Sarapan Bersama dan Aksi Bergizi
MARABAHAN - Dalam upaya meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya pola hidup sehat, Dinas Kesehatan bersama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala, UPTD Puskesmas Marabahan dan SMPN 1 Marabahan menyelenggarakan kegiatan Gerakan Aksi Bergizi pada Kamis (14/8/2026) pagi. Kegiatan yang berpusat di lapangan utama sekolah SMP Negeri 1 Marabahan ini diikuti oleh seluruh siswa, jajaran guru, serta tenaga kesehatan setempat.
Gerakan Aksi Bergizi di sekolah ini diselenggarakan untuk mencegah stunting sejak dini. Kegiatan ini berfokus pada senam bersama, sarapan makanan bergizi seimbang, edukasi kesehatan, dan minum Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri guna menekan angka anemia serta risiko stunting di masa depan.
Rangkaian acara diawali pada pukul 07.00 WIB dengan senam bersama selama 30 menit guna mempromosikan pentingnya aktivitas fisik harian. Usai berolahraga, suasana kebersamaan terasa kental saat seluruh siswa melakukan sarapan sehat bersama dengan bekal berisi menu gizi seimbang yang dibawa dari rumah masing-masing.
Setelah sarapan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian dan minum bersama Tablet Tambah Darah (TTD) khusus bagi para siswi remaja putri. Program ini menjadi intervensi krusial mengingat tingginya risiko anemia di kalangan remaja putri yang dapat memicu masalah kesehatan jangka panjang termasuk stunting.
Kepala SMP Negeri 1 Marabahan menyatakan bahwa pihak sekolah berkomitmen penuh mendukung program kesehatan ini. Acara kemudian ditutup dengan sesi edukasi interaktif mengenai pedoman gizi seimbang dari Tim Promosi Kesehatan Puskesmas. Melalui sosialisasi ini, para siswa diharapkan mampu memilah asupan nutrisi yang baik serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam keseharian mereka.
Tujuan dari kegiatan ini adalah Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan pada balita atau ibu hamil, tetapi juga harus dimulai sejak usia remaja. Melalui program ini, sekolah diharapkan menjadi pusat pembiasaan hidup sehat agar para generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang kuat, produktif, dan bebas stunting.